Response Time dengan Tingkat Kecemasan Keluarga Pasien di Ruang IGD RSUD Soehadi Prijonegoro Sragen

ika silvitasari, W. Wahyuni

Sari

Instalasi gawat darurat merupakan unit pelayanan kesehatan untuk pasien dengan kondisi gawat dan darurat. Kondisi tersebut membutuhkan penanganan cepat dan tepat. Response time atau watu tanggap yang dibutuhkan untuk memberikan penanganan pasien ≤ 5 menit. Anggota keluarga dengan kondisi gawat darurat akan menyebabkan kekhawatiran bagi keluarga yang mengantar dan menunggu. Tujuan : tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara Response Time dengan tingkat kecemasan keluarga pasien di ruang IGD RSUD Soehadi Prijonegoro Sragen. Metode : metode penelitian adalah cross sectional dengan tehnik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dan mendapatkan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Instrumen yang digunakan untuk mengukur tingkat kecemasan menggunakan State Anxiety Inventory (S-AI) Form Y dan lembar response time untuk mengetahui waktu tanggap perawat. Hasil : uji analisis statistik menggunakan chi square dengan tingkat kemaknaan 95%, didapatkan nilai p=0,026 atau (p<0,05), sehingga didapatkan bahwa terdapat hubungan antara Response Time dengan tingkat kecemasan keluarga pasien di ruang IGD RSUD Soehadi Prijonegoro Sragen. Kesimpulan : Semakin cepat response time perawat terhadap pasien akan menurunkan tingkat kecemasan keluarga. Rekomendasi : melakukukan penelitian lebih lanjut tentang response time terhadap kecemasan dengan menambahkan variebel, jumlah responden dan menggunakan metode penelitian yang berbeda.

Kata Kunci

Response Time; Kecemasan keluarga

Teks Lengkap:

PDF

Referensi

Boswick J. A, Ir, MD. 1997. Perawatan Gawat Darurat (Emergency Care). Jakarta: Buku

Kedokteran EGC.

Budiaji, W. 2016. “Hubungan pengetahuan tentang triase dengan tingkat kecemasan pasien

label kuning di instalasi gawat darurat rumah sakit dr. Moewardi surakarta”.

Depkes, RI. 2009. UU No. 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit. Jakarta

Febriani, N. 2012. Pemanfaatan Waktu Tunggu Dengan edukasi kesehatan melalui Smart Phones.

febriani/pemanfaatan-waktutunggu-dengan-edukasi-kesehatanmelalui-smartphones

Furwanti. E. 2014. dalam thesis “Gambaran Tingkat Kecemasan Pasien Di Instalasi Gawat

Darurat (IGD) RSUD Panembahan Senopati Bantul”.

Harnilawati. 2013. Konsep dan proses Keperawatan Keluarga. Sulawesi Selatan: Pustaka As

Salam.

Hasan. L. 2012. Hubungan Response Time Perawat Dengan Kepuasan Pasien Di Instalasi Gawat

Darurat Badan Rumah Sakit Daerah Kabupaten Banggai.

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. 2009. Standar Instalasi Gawat Darurat

(IGD) Rumah Sakit. Jakarta: Menteri Kesehatan Republik Indonesia.

Kiptiyah, M & Mustikasari. 2013. Tingkat Kecemasan keluarga pasien di ruang ICU Rumah

Sakit Umum Daerah Cibinong. Skripsi. FIK UI.

Kuraesin, N. D. 2009. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kecemasan pasien yang akan

menghadapi operasi di RSUP Fatmawati. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah

Jakarta. 61-88

Kurniawan, E., Nofiyanto, M., dan Anggono. 2015. Gambaran Faktor yang berhubungan dengan

kecemasan keluarga pasien di ICU Rumah Sakit Umum Daerah Panembahan Senopati

Bantul Yogyakarta. Skripsi. Program Studi Ilmu Keperawatan STIKES Jenderal Achmad

Yani Yogyakarta.

Kumalasari, M. 2010. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kecemasan Orang Tua Anak

Yang Dirawat di ruang Rawat Inap Akut RSUP Dr. Mdjamil Padang. Skripsi, Fakultas

Keperawatan Andalas.

Lestari, T. 2015. Kumpulan Teori Untuk Kajian Pustaka Penelitian Kesehatan. Yogyakarta :

Nuha Medika.

Mardianingsih. 2017. Gambaran Kecemasan Keluarga Pasien Di Instalasi Gawat Darurat (IGD)

RSUD Wates Kulon Progo. Skripsi. Program Studi Ilmu Keperawatan STIKES Jenderal

Achmad Yani Yogyakarta.

Musliha. 2010. Keperawatan Gawat Darurat. Nuha Medika : Yogyakarta.

Moewardi. 2003. Materi Pelatihan PPGD. Surakarta.

Nafri. 2009. Kecepatan pelayanan. Jokyarta : Maju Bersama Dunia Keperawatan.

Pamungkas, Aris. 2009. Hubungan Religiusitas Dan Dukungan Sosial Dengan Kecemasan

Menghadapi Tutup Usia Pada Lanjut Usia Di Kelurahan Jebres Surakarta. Skripsi

Universitas Sebelas Maret.

Pratiwi & Dewi. 2016. Reality orientation model for mental disorder patients who experienced

auditory hallucinations. INJEC, 1, 87.

Rembet, Mulyadi, Malara. 2015. Hubungan Response Time Perawat Dengan Tingkat Kepercayaan

Keluarga Pasien Pada Triase Kuning (URGENT) Di Instalasi Gawat Darurat RSU GMIM

KALOORAN AMURANG. e-Journal Keperawatan (eKp) volume 3 Nomor 2, September

Spielberger, C.D., Gorsuch, R.L., Lushene, R., Vagg, P.R., and Jacobs, G.A. 1983. State-Trait

Anxiety Inventory for Adults, Consulting Psychologists.Press Inc, Canada.

Stuart, G.W. 2016. Principles and Practice of Psychiatric Nursing, 10th,diterjemahkan ke Bahasa

Indonesia oleh Keliat B.A & Pasaribu, J.,Elsevier, Singapore Pte Ltd.

Suhartati et al .(2011. Standar Pelayanan Keperawatan Gawat Darurat di Rumah Sakit. Jakarta:

Kementrian Kesehatan

Surtiningsih, Susilo, Hamid. 2016. Penerapan Response Time Perawat Dalam Pelaksanaan

Penentuan Prioritas Penanganan Kegawatdaruratan Pada Pasien Kecelakaan Di Igd

Rsd Balung. The Indonesian Journal Of Health Science, Vol. 6, No.2, Juni 2016

Tumbuan, Kumaat, Malara. 2015. Hubungan Response Time Perawat Dengan Tingkat Kecemasan

Pasien Kategori Triase Kuning Di IGD RSU GMIM Kalooran Amurang. ejournal

Keperawatan (e-Kp) Volume 3. Nomor 2. Mei 2015.

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.