Studi Kajian Peran BPBD dan Aisyiyah Disaster Action dalam Upaya Pengurangan Resiko Bencana di Surakarta

Rina Sri Widayati

Sari

Surakarta memiliki 25 kelurahan rawan banjir itu berada di daerah aliran sungai. Daerah Sungai Bengawan Solo dikatakan dengan daerah yang berpotensi bencana banjir dikarenakan rusak dan hilangnya daerah tangkapan hujan akibat illegal loging,  jenis batuan dan tanah yang kurang baik dalam menyerap air, penggunaan lahan oleh manusia mempertinggi tingkat erosi, dan kesadaran masyarakat akan terjadinya banjir masih rendah. Masyarakat di daerah rawan banjir itu diminta waspada. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tentang peran Aisyiyah Disaster Action dalam pengurangan resiko bencana di Surakarta. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Instrumen Penelitian ini  human instrument. Instrumen yang digunakan wawancara yang semi terstruktur. Terbatasnya kompetensi SDM. Kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan untuk mencegah bencana masih rendah. Pendokumentasian wilayah-wilayah rawan bencana belum semuanya tersusun .Kesadaran pemilik usaha untuk penyediaan APAR sesuai ketentuan masih rendah. Belum semua daerah rawan bencana dapat dikurangi kerentanaanya.Belum optimalnya proses penyaluran bantuan bencana pada masyarakat. Minimnya regulasi yang mengatur tentang bencana.Belum optimalnya kelembagaan dalam menjalankan tugas sebagai relawan.Belum optimalnya pembentukan kelurahan tangguh akibat regulasi yang mengatur baru diluncurkan.Rencana strategi tersebut menyangkut pola yang diterapkan dalam penanggulangan bencana yang terjadi di masyarakat. Bencana yang sering terjadi di Kota Surakarta adalah bencana banjir. Usaha yang dilakukan oleh masyarakat dalam  mengatasi bencana banjir tersebut belum terlalu maksimal dikarenakan masih banyak masyarakat yang belum menyadari perilaku membuang sampah ke sungai dapat menyebabkan banjir..Peranan BPBD Kota Surakarta dalam Penanggulangan bencana banjir Wilayah Surakarta merupakan wilayah yang sering terjadi bencana seperti gempa, serta luapan air bengawan solo yang tidak mampu menampung debit air yang tinggi terutama saat terjadi hujan deras, maka disekitar bengawan solo dibangun parapet dan dibendungan tirtonadi dibangun embung untuk menampung debit air yang tinggi. Apabila terjadi bencana  membuat rencana kontragesi dengan mengumpulkan Satpol PP, Dishub, DKK, Puskesmas, TNI, POLRI, maka dari itu peran Aisyiyah Disaster action  sangatlah penting supaya crosscek kelapangan secara langsung untuk melihat keadaan secara langsung dan bisa melaporkan keadaan yang terjadi ke BPBD Upaya lain dalam penggulangan risiko bencana sekarang namanya ada segilima yang meliputi Pemerintah , Wirausaha ,Masyarakat , Institusi , Media masa dimana media masa ini berperan sangat penting karena berita yang terjadi di wilayah langsung bisa diketahui dengan cepat dan mudah dalam penanganan.

Kata Kunci

Peran BPBD Aisyiyah; disaster action; Pengurangan; resiko bencana

Teks Lengkap:

PDF

Referensi

Adhani, R., Sari, H.V., dan Aspriyanto, D. 2014. Nursing mouth caries anak 2-5 tahun di Puskesmas Cempaka Banjarmasin. Jurnal PDGI Vol. 63 No. 1. Jakarta: Pengurus Besar PDGI.

Anies. 2018. Manajemen Bencana Solusi Untuk Mencegah dan Mengelola Bencana. Yogyakarta: Gosyen Publishing.

Benson, Charlotte & John Twigg. 2015. Perangkat untuk Mengarusutamakan Pengurangan Risiko Bencana: Catatan Panduan bagi Lembaga-Lembaga yang Bergerak dalam Bidang Pembangunan. Geneva: ProVention Consortium Secretariat.

Effendi, F & Makhfudli. 2009. Keperawatan Kesehatan Komunitas: Teori dan Praktek Dalam Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika

http://dibi.bnpb.go.id/. Diakses pada hari Minggu, 15 Desember 2019. Pukul 22.30.

Jati & Priyambodo. (2009). Fisika Dasar untuk Mahasiswa Ilmu Komputer dan Informatika. Yogyakarta: C. V Andi Ofset.

Noor, Juliansyah. 2014. Metodologi Penelitian. Kencana. Jakarta.

Nurjannah, dkk. 2013. Manajemen Bencana. Bandung: Alfabeta.

Pusponegoro, A.D., dan Sujudi, A. 2016. Kegawatdarurat dan Bencana Solusi dan Petunjuk Teknis Penanggulangan Medik dan Kesehatan. Jakarta: Rayyana Komunikasindo.

Sukandarrumidi. 2010. Bencana Alam & Bencana Anthropogene. Penerbit KANISIUS.

Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.Rueppel ML, Brightwell BB, Schaefer J, Marvel JT. 1997. Metabolism and degradation of glyphosate in soil and water. J Argric Food Chem 25:517-528

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.