COUNTER OF CLINIK-BASED DAN COMMUNITY EMPOWERMENT UPAYA PREVENTIF PERILAKU BERESIKO PADA REMAJA MASJID JAMI’KABUPATEN SUKOHARJO

M. Maryatun

Abstract

Latar Belakang : Upaya promotif dan preventif terhadap masalah kesehatan reproduksi remaja perlu dilanjutkan dan ditingkatkan. Salah satu hambatan yang dihadapi daerah saat ini adalah Inadequate access pelayanan kesehatan reproduksi remaja. Akses informasi ini  penting  bagi remaja dalam mencegahan perilaku beresiko pada  remaja. Meningkatnya hubungan seksual remaja pranikah dan efek negatif yang ditimbulkannya seperti penyakit menular seksual dan kehamilan remaja merupakan masalah yang dihadapi saat ini berkaitan dengan kesehatan reproduksi remaja. Kepedulian terhadap permasalahan remaja menjadi tanggung jawab bersama baik pemerintah maupun masyarakat. Upaya ini dilakukan untuk mewujudkan generasi  yang lebih baik.  Perilaku beresiko pada remaja adalah kegiatan yang dilakukan oleh remaja yang dapat membahayakan diri sendiri dan beresiko terhadap kualitas hidup remaja tersebut. Perilaku seperti merokok, perilaku seksual pranikah pada remaja dapat dicegah melalui upaya promontif  melalui edukasi yang benar dan nyaman bagi remaja. Masjid sebagai tempat ibadah sangat potensial  memberikan akses yang nyaman pada remaja. Masjid jami merupakan salah satu masjid yang peduli dengan peningkatan  pengetahuan baik secara agama ataupun pengetahuan secara umum.  Kepedulian terhadap remaja telah dilaksanakan di masjid jami dengan adanya bidang pengelolaan remaja dengan memberikan kesempatan informasi agama yang baik  dalam kehidupan remaja. Tujuan dalam pengabdian masyarakat ini adalah masjid jami memiliki remaja masjid yang peduli dengan kesehatan untuk mencegah perilaku beresiko pada remaja. Metode dalam kegiatan ini adalah Counter of Clinik-Based Dan Community Empowerment Pada Pemberdayaan Pendidik Dan Konselor Sebaya Dalam Program Kesehatan Reproduksi Remaja. Metode ini menggunakan model intervensi. metode Counter of Clinik-Based Dan Community Empowerment mampu meningkatkan pengetahuan  remaja masjid Jami  digunakan dalam memfasilitasi  remaja  dalam mendapatkan informasi yang mana mereka mempunyai masalah masalah baik kesehatan ataupun non kesehatan dan membutuhkan ruang khusus. Model metode Counter of Clinik-Based Dan Community Empowerment dilaksanakan seminggu 2x setiap hari jumat dan minggu dilaksanakan secara langsung ataupun melalui medsos yang dibentuk dengan bekerjasama dengan Indonesia tanpa pacaran dalam medsos Whattsap (WA). Hasil  menunjukan adanya peningkatan pengetahuan  pada remaja masjid  Jami, yang berarti metode Counter of Clinik-Based Dan Community Empowerment mampu meningkatkan pengetahuan  remaja masjid Jami. Kesimpulan   metode Counter of Clinik-Based Dan Community Empowerment  dapat digunakan dalam  mengedukasi peningkatan  pengetahuan  perilaku beresiko pada  remaja.

Keywords

Counter of Clinik-Based, Perilaku Beresiko, Remaja

Full Text:

PDF

References

Bandura, A. (2009) Social LearningTheory. Englewood Cliffs, NJ: Prentice

Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional. (2010) Evaluasi pengembangan model pusat informasi dan konsultasi kesehatan reproduksi remaja melalui pendidik sebaya dan konselor sebaya. Retrieved 06 Mey 2007 from http: www.bkkbn.go.id/hgweb/ceria/menuceria

Kemenkes ( 2013) Situasi Kesehatan Reproduksi di Indonesia , INFODATIN, ISSN : 2442-7659

Koblinsky, M., Timyan, J., & Gay. (2007). The health of women: a global perspective. San Francisco and Oxford: Westview Press Inc. Boulder.

Panke, E., & Esign, J. (2012). Barrier and bridges to care: voices of homeless female adolescent youth in Seattle. Washington. USA. Journal of Advanced Nursing 37(2): 166-172.

PKBI. (2011) Pelatihan Relawan ”Kesehatan reproduksi remaja”. Sagung Seto: Jakarta

Soetjiningsih. (2014) Tumbuh kembang remaja dan permasalahannya.EGC., Jakarta

Refbacks

  • There are currently no refbacks.