BUBUR TEMPE MEMBANTU PENANGANAN DIARE PADA BALITA

Dewi Kartika Sari, Anjar Nurrohmah

Abstract

Latar Belakang: Penyakit diare dapat terjadi karena konsumsi makanan maupun minuman yang terkontaminasi oleh bakteri, virus, atau parasit. Mayoritas penderita diare adalah anak berusia dibawah lima tahun (balita) dengan prevalensi sebesar 12,2%.  Penyakit diare dapat berakibat fatal apabila penderita diare mengalami dehidrasi berat. Pemberian bubur tempe kepada penderita diare ini dapat mempersingkat durasi diare akut serta mempercepat pertambahan berat badan setelah menderita diare akut. Hasil wawancara pada ibu-ibu yang mempunyai anak Balita di wilayah Gendengan, Wirun, Kecamatan Mojolaban Kabupaten Sukoharjo didapatkan mayoritas belum mengetahui tentang penanganan diare pada balita dengan bubur tempe.  Tujuan: Memberikan pengertian kepada masyarakat bahwa bubur tempe dapat mengobati diare pada balita. Metode: yang diterapkan dalam pengabdian masyarakat adalah sosialisasi dan pendidikan kesehatan mengenai penyakit diare dan penatalaksanaannya dengan pemberian bubur tempe. Kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan pada hari Selasa tanggal 27 Februari 2018 di rumah warga di Desa Gendengan Wirun Kecamatan Mojolaban Sukoharjo. Kegiatan pengabdian masyarakat diikuti oleh 35 orang. Hasil: Observasi dari kegiatan penyuluhan kesehatan ini, bahwa mayoritas peserta aktif dalam mengajukan pertanyaan maupun menjawab pertanyaan yang diberikan oleh tim pengabdian masyarakat serta dapat mendemonstrasikan kembali cara pembuatan bubur tempe. Pemberian pendidikan kesehatan tentang penanganan diare dengan pemberian bubur tempe telah membuktikan bahwa pengetahuan dan ketrampilan masyarakat meningkat setelah diberikan penyuluhan

Keywords

Bubur Tempe; Diare; Balita

Full Text:

PDF

References

Balitbang Kemenkes RI, (2013), Riset Kesehatan Dasar Tahun 2013, diunduh dari http://www.depkes.go.id/resources/download/general/Hasil%20Riskesdas%202013.pdf (27 Desember 2017)

Hartiningrum, S.Y. 2010. Pengaruh Pemberian Formula Preda dan Tempe Terhadap Lama Penyakit Diare Akut Pada Anak Usia 6 –24 Bulan Studi Di RSU RA. Kartini Kabupaten Jepara Tahun 2010. Skripsi. Semarang: Universitas Diponegoro. Diunduh dari http://eprints.undip.ac.id/23806/ (27 Desember 2017)

Ichwan, M, Nani Y, Putu E.M.E, 2016, Efektifitas Metode Permainan Edukatif Papeda Terhadap Peningkatan Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Untuk Pencegahan Kejadian Diare Pada Murid Kelas V SDN 14 Poasia Di Kecamatan Poasia Kota Kendari Tahun 2016. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo http://ojs.uho.ac.id/index.php/JIMKESMAS/article/view/1233/883 diakses tanggal 27 Desember 2017

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.(2011). Situasi Diare di Indonesia. http://www.depkes.go.id/downloads/Buletin%20Diare_Final%281%29.pdf diakses 27 Desember 2017

Mubarak, W, I & Chayatin, N (2009). Ilmu Keperawatan Komunitas Pengantar dan Teori. Jakarta : Salemba Medika.

Pedoman Pelaksanaan Administrasi dan Managemen Instalasi Gizi RSU Muntilan Kab. Dati II Magelang , 1997

Rahmad, H.N, Endang Z.S, 2017, Upaya Pencegahan Diare Berulang Pada Anak Usia Toodler. Tugas Akhir, Universitas Muhammadiyah Surakarta. http://eprints.ums.ac.id/52271/1/NASKAH%20PUBLIKASI.pdf diakses 27 Desember 2017

Setiawati H, 2015, Pengaruh Pemberian Diet Bubur Tempe Terhadap Frekuensi BAB pada Anak Diare Di Ruang Mina rumah sakit PKU Muhammadiyah Surakarta, diunduh dari http://eprints.ums.ac.id/45454/27/NASKAH-2.pdf (27 Desember 2017)

Toole, P.W.O dan Cooney.J.C. 2008. Probiotics Bacteria Influence The Composition And Function of The Intestinal Microbiota. Review Article. Ireland. Diunduh dari https://www.hindawi.com/journals/ipid/2008/175285/ (27 Desember 2017)

World Health Organization. (2013). Diarrhoeal disease. http://www.who.int. Diakses 27Desember 2017.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.